teringat dengan kisah 3 butir telor
yang membuat q selalu ingat hari itu, hari yang penuh kenangan hari yang penuh
canda tawa di akhiri dengan tangisan, kesedihan, dan kekecewaan, tepat
pada tanggal 18 ramadhan 1433 H, Sore itu aku pulang ke asrama dari tempat
belajar ku di bandung, teman teman ku lagi kumpul di sebuah ruangan tempat kami
latihan muhadatsah & muhadarah B. Arab sambil menunggu waktu buka puasa,
teman ku Amir, menyinggung masalah kehidupan. Yang setiap diantara manusia
memiliki jalan cerita masing-masing, ya itulah yang disebut dengan takdir. Sebagai
mana hadist Nabi SAW,
عَنْ
أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ
: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ
: إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً
نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ
مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ
الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ
وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ
غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا
يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ
فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ
لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا
إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ
الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. رواه البخاري ومسلم
Dari Abu Abdurrahman
Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar
dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut
ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi
setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama
empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan
padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya,
ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada
ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli
syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah
ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah
dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan
ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi
telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga
maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).
Kedudukan Hadits
Hadits ini merupakan
pangkal dalam bab taqdir, yaitu tatkala hadits tersebut menyebutkan bahwa
taqdir janin meliputi 4 hal: rizqinya, ajalnya, amalnya, dan bahagia atau
celakanya.
Tak terasa waktu semakin
berlalu sampai Jam ding-ding menunjukan pukul 17.00.WIB lalu aku bergegas
menyiapkan menu untuk berbuka puasa dan aku pergi ke toko untuk membeli 3 butir
telor kebetulan teman teman ku memutuskan pulang kerumahnya masing-masing dan
memilih untuk berbuka puasa di jalan (buka sendiri deh…… hee..) karna mulai
besok, perkuliahan libur sampai tgl 15 syawwal. 15 menit sebelum adzan
berkumandang 15 menit lagi kebahagiaan akan datang.
Dalam hadis qudsi Allah
Ta’ala berfirman,
للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه
“Bagi orang yang
melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan
kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)
Hadits ini adalah satu
dari sekian banyak hadis yang menerangkan tentang keutamaan ibadah puasa. Allah
secara langsung menyatakan bahwa puasa dapat menerbitkan kebahagiaan pada hati
orang-orang yang melaksanakannya. Beban saat berpuasa menahan segala keinginan
syahwat kelak berakhir dengan berjuta kebaikan yang menyenangkan, baik di
dunia, maupun di akhirat.
Subhanallah …
Begitu terasa
kebahagiaan akan segera tiba, namun tak ku sangka kebahagiaan itu akan berubah
menjadi kesidihan dan kekecewaan setelah aku membuka satu persatu telur itu
ternyata tidak ada stupun yang dapat aku makan karna telur itu busuk dan tak
bisa dimanfaatkan. Tidak seperti hari kemarin berbuka dengan banyak teman den
makanan yang enak, namun hari ini aku berbuka dengan air mata kesedihan,
Kadang takdir tidak semua berpihak kepada kita,
segala sesuatu yang kita inginkan kita rencanakan terkadang berbeda dengan
keinginan, rencana dan takdir Allah SWT.






0 komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah Sesuai Tema Postingan Syukran.