Rabu, 17 Agustus 2016

Teringat Dengan Tiga Telur Itu

By Abdul Mujib | At 21.09.00 | Label : | 0 Comments
teringat dengan kisah 3 butir telor yang membuat q selalu ingat hari itu, hari yang penuh kenangan hari yang penuh canda tawa di akhiri dengan tangisan, kesedihan, dan kekecewaan, tepat pada tanggal 18 ramadhan 1433 H, Sore itu aku pulang ke asrama dari tempat belajar ku di bandung, teman teman ku lagi kumpul di sebuah ruangan tempat kami latihan muhadatsah & muhadarah B. Arab sambil menunggu waktu buka puasa, teman ku Amir, menyinggung masalah kehidupan. Yang setiap diantara manusia memiliki jalan cerita masing-masing, ya itulah yang disebut dengan takdir. Sebagai mana hadist Nabi SAW,

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ  أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا. رواه البخاري ومسلم

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada ilah selain-Nya, sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli syurga hingga jarak antara dirinya dan syurga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya diantara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli syurga  maka masuklah dia ke dalam syurga. (Riwayat Bukhori dan Muslim).

Kedudukan Hadits

Hadits ini merupakan pangkal dalam bab taqdir, yaitu tatkala hadits tersebut menyebutkan bahwa taqdir janin meliputi 4 hal: rizqinya, ajalnya, amalnya, dan bahagia atau celakanya.
Tak terasa waktu semakin berlalu sampai Jam ding-ding menunjukan pukul 17.00.WIB lalu aku bergegas menyiapkan menu untuk berbuka puasa dan aku pergi ke toko untuk membeli 3 butir telor kebetulan teman teman ku memutuskan pulang kerumahnya masing-masing dan memilih untuk berbuka puasa di jalan (buka sendiri deh…… hee..) karna mulai besok, perkuliahan libur sampai tgl 15 syawwal. 15 menit sebelum adzan berkumandang 15 menit lagi kebahagiaan akan datang.
Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,
للصائم فرحتان، فرحة عند فطره، وفرحة عند لقاء ربه
“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi)





Hadits ini adalah satu dari sekian banyak hadis yang menerangkan tentang keutamaan ibadah puasa. Allah secara langsung menyatakan bahwa puasa dapat menerbitkan kebahagiaan pada hati orang-orang yang melaksanakannya. Beban saat berpuasa menahan segala keinginan syahwat kelak berakhir dengan berjuta kebaikan yang menyenangkan, baik di dunia, maupun di akhirat.

Subhanallah …

Begitu terasa kebahagiaan akan segera tiba, namun tak ku sangka kebahagiaan itu akan berubah menjadi kesidihan dan kekecewaan setelah aku membuka satu persatu telur itu ternyata tidak ada stupun yang dapat aku makan karna telur itu busuk dan tak bisa dimanfaatkan. Tidak seperti hari kemarin berbuka dengan banyak teman den makanan yang enak, namun hari ini aku berbuka dengan air mata kesedihan,

Kadang takdir tidak semua berpihak kepada kita, segala sesuatu yang kita inginkan kita rencanakan terkadang berbeda dengan keinginan, rencana dan takdir Allah SWT.

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Hayya Nadrus - All Rights Reserved My Free Template by Mujib