Minggu, 13 November 2016

Meraih Cinta Dengan Dahsyatnya Ikhlas




Semua manusia merugi, kecuali orang-orang yang berilmu, Semua orang berilmu merugi, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya, dan semua manusia yang mengamalkan ilmunya pun merugi kecuali mereka yang melakukannya dengan penuh ketulusan (ikhlas). (imam Abu Hamid Muhammad Al-Ghazali)
Sungguh mulia kata-kata itu, dan dicatat sebagai sabda Rasulullah saw, meski banyak ditentang keshahihannya. Lalu bila benar demikian keikhlasan adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Maka betapa kita manusia sesungguhnya berada pada situasi yang sangat kritis, karena betapa sedikitnya orang-orang yang melakukan sesuatu itu dengan sepenuh ketulusan dan karena Allah Semata. Lebih parahnya lagi, jangan-jangan kita tidak termasuk yang memiliki ketulusan tersebut. Na’uudzu billaahi min dzaalik.
Teringat dengan kisah sahabat saya namanya Fazrin dia salah seorang sahabat yang paling dekat ketika kuliah, masa itu adalah masa yang indah bagi kami (pemuda punya cerita) bagaimana tidak, orang sering bilang bahwa sahabat adalah saudara yang paling dekat dengan kita, sahabat adalah orang yang mengerti dan tau tentang kita dan persahabatan kami tidak jauh dari kata-kata itu. Kami saling mengerti, memahami dan memaklumi satu sama lain, suatu ketika diakhir stadi kami, dia memiliki harapan untuk memiliki sebuah keluarga sebelum bekerja, sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang akhwat (wanita) namanya Sifa, Sifa adalah seorang akwat yang cantik, lugu, baik, sholehah, taat pada orang tuanya itu alasannya teman saya Fazrin menyukai Sifa, Sifa adalah wanita yang selama ini dia cari (wanita idamannya) sifa memiliki seorang ayah namanya Pak Hamid, Pak Hamid ini adalah seorang ayah yang tegas dan taat beribadah beliau memiliki tiga orang putri, dan Sifa adalah anak pertama dari keluarga Pak Hamid. Setelah tiga bulan Fazrin kenalan denga Sifa suatu ketika temanku Fazrin mengajak saya untuk bersilaturahim ke rumah orang tuanya. Sesampainya kami dirumah Sifa kami mengucapkan salam, “Assalamualikum” ada seseorang yang menjawab salam kami, “Waalaikumsalam” Ternyata dia anak kedua Pak Hamid, suara dan wajahnya hampir mirip dengan kakanya Sifa, kemudian kami masuk dan dia berkata silahkan duduk mas, saya akan panggilkan ayah dulu dia sedang sholat di Masjid dan kami dipersilahkan duduk di Shofa ruang tamunya, tidak seberapa lama kami menunggu, Pak Hamid datang dengan badan yang gagah, dan berwibawa, lalu beliau menemui kami, “Assalamualikum katanya wa’alikumsalam” jawab kami, dia berkata lagi, ada keperluan apa na’ kalian berdua datang kerumah bapak ? keringat basah Nampak di wajah Fajrin nampaknya dia begitu tegang, saya mencoba mencairkan suasana dengan menanya keadaan pak hamid, pen. Singkat cerita teman saya Fajrin lagsung membicarakan maksud dan tujuan kedatangannya, ‘Kedatangan kami berdua hususnya saya tentunya tidak ada maksud tujuan yang jelek, selain ingin bersilaturahim dengan bapak sekeluarga, sebelumnya perkenalkan Pak, Nama saya Fazrin, dan ini sahabat saya Mujib saya dari Jogja kebetulan saat ini sedang kuliah dibandung itu makannya saya berada disini, satu bulan saya berhubungan dengan anak bapak jujur dia anak yang baik, sekiranya bapak merestui hubungan kami minggu depan saya akan membawa keluarga saya kesini untuk meng-khitbah Sifa anak bapak, tak kusangka hanya beberapa kata yang keluar dari mulut Pak Hamid “pulanglah nak dan pelajari ilmu ikhlas” itulah kata-kata yang keluar dari mulut Pak Hamid. Diperjalanan menuju pulang kami berdua bingung apa maksud dari kata-kata itu. Sampai tiga kali kami dating untuk mengkhitbah sifa hanya kata kata itulah yang keluar dari ayahnya, semakin bingung, gelisah dan penuh pertanyaan dalam hati kamai, Ya Alloh apa maksud dari kata kata itu, “”IKHLAS”” ?????? APA MAKSUDNYA ?????...... untuk kesekian kalinya kami datang kerumah mereka saya salut kepada teman saya pazrin pantang menyerah demi mendapatkan sifa, namun tidak aku sangka tidak seberapa lama kami tiba dirumah kediaman pak hamid teman ana fazrin berbicara dengan penuh haru dan menakjubkan, ‘’ pak jika memang selama ini aku memiliki dia (anak bapak) mungkin itu hanya keaukuan ku saja, dan mungkin itu adalah jawaban yang Alloh berikan pada saya nyatanya udah beberapa kali saya datang kemari untuk meminta restu atas hubungan kami bapak blum mmbrikan jawaban kecuali menyuruh saya untuk belajar ikhlas dan sayapun insyaAlloh akan belajar ikhlas dengan semua keputusan yang Alloh berikan kepada saya, dengan bismillah saya ucapkan jika sekiranya bapak tidak merestui hubungan kami maka dengan itu saya ikhlas untuk melepas dia dan membiarkannya untuk dikhitbah oleh oranglain trimakasih untuk smuanya pak saya sllu mendoakan apapun yang akan menjadi keputusan bapak dan sifa, sampaikan salam saya untuk sifa anak bapak dan keluarga disini.
Ya Alloh giman jadinya jika ana yang mengalami kisah ini,, ya rabbana…..
Pak hamid terdiam sejenak meneteskan air mata yang begitu penuh haru dan ia berkata, nak itulah ilmu ikhlas nampaknya kamu telah mempelajarinya dan mengamalkannya, minggu depan panggil seluruh keluargamu disana lalu khitbahlah anak bapak,,,,
Subhanalloh walhamdulillah walaailahaillallah wallahuakbar,,,,
Tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLOH asal kita mau berusaha, berdoa, dan bertawakkal mintalah kepadaNYA kepada sang pemilik hati,,,,, Wallahu’a’lam ..

0 komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah Sesuai Tema Postingan Syukran.

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. Hayya Nadrus - All Rights Reserved My Free Template by Mujib